Manfaat obat Antihistamin untuk meredakan alergi, kegunaanya dan efek samping

Antihistamin merupakan golongan obat untuk menanggulangi gejala akibat alergi, seperti urtikaria ataupun rhinitis alergi. Sesuai namanya, obat ini membantu menyembuhkan kondisi yang diakibatkan oleh terlalu banyak histamin, zat kimia yang terbuat oleh sistem kekebalan tubuh. Antihistamin paling sering digunakan pada orang- orang yang mempunyai reaksi alergi kepada bahan alergen. Obat ini juga dipakai untuk menyembuhkan berbagai kondisi lain seperti permasalahan perut, pilek, serta gangguan kecemasan.

Antihistamin dibagi atas 3 jenis, yaitu generasi awal, kedua, serta ketiga. Pada Antihistamin generasi awal dapat menyebabkan rasa kantuk. Sedangkan itu, generasi kedua dan ketiga tidak melampaui lapisan otak, alhasil jarang menimbulkan rasa kantuk.

Manfaat obat antihistamin

1. Mengatasi bersin alergi

Rhinitis alergi merupakan alergi yang ditandai dengan bersin- bersin, hidung tersumbat, mata berair serta biasanya diakibatkan karena debu, pollen ataupun cuaca dingin.

Bagi American Academy of Allergy, Asthma& Immunology( AAAAI) sekitar 10- 30 persen populasi dunia memiliki rhinitis alergi. Rhinitis alergi lebih banyak dialami oleh pria daripada perempuan.

2. Mengatasi kaligata

Gatal pada kulit beberapa saat setelah makan makanan tertentu, terserang debu ataupun serangga ialah salah satu pertanda alergi.

Gatal timbul diiringi dengan bentol berupa seperti pulau- pulau yang semakin lama terus menjadi besar. Alergi makanan umumnya terjadi sekitar 8 persen pada anak dibawah umur 5 tahun serta sampai 4 persen pada orang dewasa.

👉 Trending Topic :   5 Tips Pencegahan penyakit jantung koroner

3. Menanggulangi bengkak akibat alergi

Bengkak akibat alergi bisa terjadi pada daerah tangan, kaki, zona mata, bibir, lidah serta genital.

Bengkak akibat alergi disebut selaku angioedema. Bengkak akibat alergi bisa terjadi pada saluran respirasi serta bisa mengancam nyawa.

4. Menanggulangi mata gatal dan berair

Mata terasa gatal dan berair terus menerus paling banyak diakibatkan karena alergi. Pemicunya merupakan bulu binatang, debu, jamur, make up atau tetes mata.

Tubuh bereaksi terhadap paparan alergi itu serta menimbulkan pelepasan histamin. Berikutnya, menyebabkan pelebaran pembuluh darah pada mata dan mata jadi basah serta terasa gatal.

Setelah mengenali manfaat obat alergi antihistamin Loratadine, cara sangat mudah supaya tidak terjadi alergi adalah kenali alergen serta jauhi paparannya.

Bila Kamu mempunyai riwayat alergi, sebaiknya bawalah obat pribadi anti alergi di dalam tas disaat bepergian.

Bagaimana cara minum obat antihistamin?

Kalian cukup minum obat gatal ini lewat mulut seperti yang diarahkan oleh dokter. Bila kamu membeli obat gatal sendiri tanpa resep dokter, pastikan kalian sudah paham dengan seluruh petunjuk pada kemasan atau bertanya pada apoteker.

Kalian yang mempunyai kendala pada perut dapat mengonsumsi obat alergi secara berbarengan dengan makanan. Janganlah lupa buat minum banyak cairan supaya obat bisa melebur dengan baik di dalam badan.

Bila kalian memakai obat alergi dalam bentuk cairnya, hati- hati dalam mengukur dosis. Gunakanlah alat pengukur spesial ataupun sendok obat. Yakinkan kalian tidak memakai sendok makan biasa, sebab kemungkinan tidak mendapatkan takaran yang benar.

👉 Trending Topic :   Satu Pasien Suspek Cacar Monyet Ditemukan di Jawa Tengah

Janganlah hancurkan atau mengunyah pil atau kapsul rilis panjang. Melakukan dengan metode itu kalian bisa melepaskan semua isi dalam obat sekaligus. Tidak cuma itu saja kalian juga meningkatkan resiko efek samping setelah meminum obat.

Kalian memakai produk yang dibuat untuk larut dalam mulut semacam pil atau strip, keringkan tangan sebelum memegang obat ya. Setelah itu minum obat itu berbarengan dengan air putih.

Berapa dosis obat antihistamin?

Dosis antihistamin yang kalian minum wajib sesuai dengan situasi umur, situasi medis, serta respons kepada perawatan. Berikut ini beberapa takaran obat antihistamin yang tepat.

Cetirizine

  • Dewasa: 5 hingga 10 mg sekali satu hari.
  • Anak- anak berumur 6 tahun ke atas: 5 hingga 10 miligram sekali satu hari.
  • Anak- anak umur 4 hingga 6 tahun: 2, 5 miligram sekali satu hari.

Pemakaian obat cetirizine untuk bocah serta kanak- kanak sampai umur 4 tahun tidak dianjurkan.

Chlorpheniramine

  • Dewasa serta anak muda: 4 mg tiap 4 sampai 6 jam sesuai keinginan.
  • Anak- anak umur 6 hingga 12 tahun: 2 miligram, 3 ataupun 4 kali satu hari sesuai keinginan.
  • Anak- anak umur 4 hingga 6 tahun: pemakaian serta takaran wajib didetetapkan oleh dokter.

Bocah serta kanak- kanak sampai umur 4 tahun tidak dianjurkan buat memakai obat Chlorpheniramine.

Clemastine

  • Remaja serta dewasa: 1, 34 mg, 2 kali satu hari ataupun 2, 68 miligram satu hingga 3 kali satu hari sesuai keinginan.
  • Anak- anak umur 6 hingga 12 tahaun: 0, 67 hingga 1, 34 miligram 2 kali sehari.
  • Anak- anak umur 4 hingga 6 tahun: pemakaian serta takaran wajib didetetapkan oleh dokter.
👉 Trending Topic :   5 jawaban dari kekhawatiran jika anda baru memulai jogging

Pemakaian Clemastine buat bocah serta anak- anak sampai umur 4 tahun tidak dianjurkan.

Fexofadine

  • Remaja serta dewasa: 60 mg 2 kali satu hari sesuai dengan keinginan ataupun 180 miligram sekali satu hari.
  • Anak- anak umur 6 hingga 11 tahun: 30 miligram 2 kali sehari sesuai keinginan.
  • Anak- anak umur 4 hingga 6 tahun: penggunaan serta dosis harus didetetapkan oleh dokter.

Pemakaian obat untuk bocah serta anak- anak sampai umur 4 tahun tidak dianjurkan.

Loratadine

  • Dewasa serta anak- anak berumur 6 tahun ke atas: 10 mg sekali satu hari.
  • Anak- anak umur 4 hingga 5 tahun: 5 miligram sekali satu hari.

Pemakaian Loratadine pada bayi serta anak- anak sampai umur 4 tahun tidak direkomendasikan.

Peringatan serta perhatian obat antihistamin

Sebelum memakai antihistamin, beri tahu dokter mengenai seluruh situasi medis yang kalian miliki. Beberapa situasi yang dimaksud, ialah diabetes, tiroid yang sangat aktif ataupun hipertiroidisme, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, glaukoma, ayan, serta prostat yang membengkak.

Janganlah mengemudi ataupun melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan hingga kamu mengetahui pengaruh obat gatal ini. Ikuti juga petunjuk pada formula ataupun label kemasan dengan hati- hati saat menggunakan antihistamin.

Hindarkanlah komsumsi obat lebih banyak dari yang direkomendasikan. Karena itu, beri tahu dokter mengenai seluruh resep, non- resep, herbal, ataupun obat diet yang kalian konsumsi sebelum menggunakan antihistamin.